Sibuk, Giring “Nidji” Tetap Utamakan Keluarga
JAKARTA – Di tengah-tengah kesibukannya di industri musik, vokalis band Nidji, Giring tetap mengutamakan kebersamaannya dengan keluarga.
“Bagi saya, keluarga saya ini yang paling penting karena saya kan jarang banget ketemu dengan keluarga saya,” kata Giring saat dijumpai di studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2012).
Meski jarang bertemu keluarga, bukan berarti Giring tidak mengetahui perkembangan buah hatinya. Karena itu, dia selalu mengutamakan keluarga.
“Yang kakaknya (Zidane) saya pergi sedikit sudah bisa berenang tiba-tiba, dan ikut lomba berenang menang, kalau adiknya (Aisyah) ditinggal sedikit sudah bisa ngomong ayah. Jadi ini adalah precious moment banget,” jelas Giring.(nsa)
Anak Tetap Tak Diakui Keluarga Moerdiono, Machica Pasrah
JAKARTA- Meski telah dimenangkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK), anak Machica Mochtar tetap tak diakui oleh keluarga mendiang Moerdiono. Melihat hal itu, Machica hanya bisa pasrah.
Keluarga almarhum Moerdiono lewat kuasa hukumnya, OC Kaligis membantah anak Machica, Iqbal merupakan hasil hubungannya dengan mantan menteri di era Soeharto itu.
“Saya terus terang akan mengatakan kepada OC Kaligis dan keluarga yang lain apabila mereka ingin menjegal saya. Saya persilakan,” ucap Machica ditemui di Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (21/2/2012).
Saat ini dirinya akan tetap berpegang teguh dari hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan terhadap Undang-undang Pernikahan demi memperjuangkan hak anaknya.
“Yang paling penting adalah saya tetap fokus apa yang telah diputuskan Mahkamah Konstitusi untuk anak saya Muhammad Iqbal. Jadi saya tidak akan menanggapi hal itu karena buat saya hal itu tidak penting. Apa pun kata dia, saya dengan jiwa besar tetap menerima apa kata mereka. Ini kan masalah hukum dan hukum tetap berjalan,” jelasnya.(rik)
Machica Mochtar Sowan ke Keluarga Moerdiono
JAKARTA – Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonannya mendapat status hukum bagi sang anak, pedangdut Machica Mochtar berencana akan mendatangi keluarga mantan suaminya, almarhum Moerdiono.
“Rencananya saya mau ke Bangka Belitung dulu, karena besok ada acara di sana. Setelah pulang dari Bangka Belitung, saya pasti akan membicarakannya dengan pengacara saya, dan akan menghubungi anak-anaknya pak Moer,” kata Machica usai menghadiri sidang putusan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (17/2/2012).
Berdasarkan hasil keputusan MK, anak di luar perkawinan tetap memiliki hubungan perdata dengan laki-laki yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan, dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum ternyata mempunyai hubungan darah sebagai ayahnya. Putusan MK dengan Nomor 46/PUU-IX/2011 tersebut dibacakan oleh Ketua MK, Mohammad Mahfud MD didampingi delapan hakim konstitusi lainnya. “Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang menyatakan, ‘Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya’, tidak memiliki kekuatan hukum mengikat sepanjang dimaknai menghilangkan hubungan perdata dengan laki-laki yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum ternyata mempunyai hubungan darah sebagai ayahnya, sehingga ayat tersebut harus dibaca, ‘Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya’,” papar Mahfud saat membacakan amar putusan.(nsa)
Keluarga Ade Namnung Belum Bicarakan Masalah Harta
JAKARTA – Kasus perebutan harta warisan Ade Namnung menyeret ibunda almarhum, Hariningsih untuk memberikan saksi kepada pihak berwajib. Ibunda presenter bertubuh tambun itupun memastikan tidak ada pembicaraan masalah harta dengan Ramon.
Adanya pelaporan Ramon Papana oleh adik mendiang Ade Namnung, Rizal Prasetyo menurut pengacara Sunan Kalijaga, masih bersifat administratif tentang pengurusan KTP.
Karena yang memulai melaporkan adalah pihak Ramona, sehingga pihak keluarga Ade belum memikirkan masalah harta almarhum.
“Yang memulai genderang perang adalah saudara Ramon. Kita enggak mau urusin harta dulu kok,” kata Sunan, di Polres Jakarta Selatan, Senin (13/2/2012).
Meski begitu, mereka meyakini pada waktunya akan ada waktu mengurus permasalahan harta almarhum Ade Namnung.
“Pertama kami hanya meminta KTP almarhum untuk mengurus kematian, kemudian kami mau Ramon membuktikan jika dia adalah ayah angkat almarhum. Lalu kami meminta niat baik Ramona untuk terbuka kepada keluarga tentang keuangan,” jelas Ramdan Alamsyah, salah satu pengacara Rizal di tempat yang sama.
Seperti diberitakan sebelumnya, ibunda Ade dan keluarganya menyambangi kediaman Ramon di kawasan Sentul, Jawa Barat dengan melakukan pengrusakan dan melontarkan kata-kata yang tidak menyenangkan. Kedatangan mereka terkait harta Ade yang disebut telah dimiliki Ramon.(nsa)
Ramon Dituding Bentak & Ancam Keluarga Ade Namnung
JAKARTA – Keluarga Ade Namnung membantah kabar yang menyebut mereka membentak Ramon Papana saat meminta harta warisan almarhum. Mereka malah menuding ayah angkat Ade Namnung itu yang membentak keluarga Ade.
“Ramon membentak-bentak keluarga. Yang melakukan teriak-teriak, mengancam itu Ramon,” jelas kuasa hukum keluarga Ade, Sunan Kalijaga ditemui di Plaza Senayan, Jakarta.
Kejadian ibunda Ade Namnung, Hariningsih menggebrak meja juga diterangkan Sunan karena bentuk kekecewaannya terhadap perlakuan ramon yang tidak menyenangkan. Menurutnya, pihak keluarga juga memiliki rekaman video sebagai bukti.
“Kita punya rekamannya, kekerasan yang dikatakan Ramon itu tidak terjadi. Itu justru dia yang membentak. Ibunda Ade menggebrak meja karena kekecewaan, bukan ancaman,” kelitnya.
Seperti diketahui, ibunda Ade dan keluarganya menyambangi kediaman Ramon di kawasan Sentul, Jawa Barat dengan melakukan pengrusakan dan melontarkan kata-kata yang tidak menyenangkan. Kedatangan mereka terkait harta Ade yang disebut telah dimiliki Ramon.(rik)
“Keluarga Zumi, Kami Tidak Mau Damai!”
JAKARTA- Bernaldi (Aldi) dijadikan tersangka atas laporan seorang pria bernama Rudi bulan Oktober 2011 lalu. Keluarga pria yang melaporkan perzinahan Zumi Zola ini merasa terhina dan menolak jalan damai.
Aldi dilaporkan Rudi atas perbuatan tidak menyenangkan. Dalam kasus berbeda, Aldi juga dilaporkan Zumi Zola pada bulan Desember 2012. Tak mau kalah, Aldi melaporkan balik Zumi Zola atas tuduhan perzinahan dengan istri Aldi, Fernita ke Polda Metro Jaya.
“Aldi akan ditahan supaya dia mencabut laporannya Aldi supaya damai. Keluarga Zumi, kami tidak mau damai. Ini penghinaan,” tegas paman Aldi, Husni ditemui di Polres Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2012).
Keluarga merasa heran Aldi dijadikan tersangka. Mereka menuding keluarga Zumi Zola ikut campur dengan menemui petinggi Polda Metro Jaya. Keluarga Zumi Zola merupakan mantan Gubernur Jambi.
“Jadi sekarang kita mengerti apa yang diomongin Kapolda Metro Jaya (agar kasus ini diatur) dengan keadaan sekarang ini,” kata kuasa hukum Aldi, Johnson Panjaitan.
Karena sudah menabuh genderang perang, Aldi menegaskan tidak akan mencabut laporannya terhadap Zumi Zola di Polda Metro Jaya. Apalagi mereka yakin dengan bukti-bukti yang ada. Salah satunya foto-foto bugil dan percakapan telepon seks Fernita dan Zumi Zola.
“Ini dipaksakan supaya kami damai. Kita sudah tunjukkan bukti foto-foto, jadi kita akan menghadapi upaya hukum ini utk menjaga nama baik keluarga. Kita akan melawan penyalahgunaan polisi,” tegas kuasa hukum Aldi lainnya, Humphrey Djemat.(rik)
Minta Wasiat, Keluarga Ade Namnung “Serang” Rumah Ramon
JAKARTA – Belum juga kering tanah kuburan almarhum Ade Namnung, pihak keluarga sudah meributkan masalah harta. Sabtu (4/2/2012) kemarin, ibunda Ade Namnung, Hariningsih, adik kandung, Rizal dan saudara juga pria yang mengaku sebagai polisi menyambangi rumah ayah tiri Ade, Ramon Papana, dibilangan Sentul, Jawa Barat.
“Kejadiannya hari Sabtu kemarin, salah satunya ibu kandung dan adenya. Total sekitar 12 orang ada yang ngaku polisi juga. Udah jelas, ketika duduk, maksud dan tujuan langsung nanya surat penting, asetminta lihat sertifikat tanah dan segala macem yang menyangkut harta Ade,” jelas Ramon dalam jumpa pers di Comedy Cafe, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (5/2/2012).
Tidak hanya meminta segala jenis surat berharga dan harta almarhum Ade, keluarga pun melakukan tindakan tidak baik dengan berteriak, menggebrak meja dan menuduh macam-macam kepada Ramon. Tak hanya itu salah satu dari mereka juga melakukan pengrusakan, yaitu pengrusakan pager rumah dan pot.
“Mereka pikir itu rumah ade namnung dan dia mau ambil hari itu juga. Dia nggebrak meja, mecahin pot, saya ajak berunding, mereka nggak mau,” terang Ramon.
Ia menjelaskan, tidak akan ada yang ditutup-tutupi dari semua harta kekayaan Ade. Namun alangkah baiknya semua diselesaikan sampai 40 hari Ade Namnung meninggal dunia. “Saya bilang kasih waktu 40 hari dulu, biar Ade tenang disana,” tandasnya.(ahm)






